Berita>Cegahpernikahandini
CEGAH PERNIKAHAN DINI, KUA KECAMATAN BEJI LAKUKAN BIMBINGAN KE PELAJAR DARUL AITAM
Penulis : Wachyuni, S.Pd
CEGAH PERNIKAHAN DINI, KUA KECAMATAN BEJI LAKUKAN BIMBINGAN KE PELAJAR DARUL AITAM
Penulis : Wachyuni, S.Pd
Foto : Dokumentasi KUA Beji
Pernikahan adalah gambaran surga dunia bagi semua orang, namun ironisnya angka perceraian juga semakin tinggi. Sebetulnya apa yang salah pada pernikahan yang gagal? Pada kesempatan ini, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Beji melakukan bimbingan remaja usia sekolah di yayasan Darul Aitam. Acara ini berlangsung dengan kegiatan THE MOST KUA yang serentak dilaksanakan seluruh KUA se Indonesia. Kegiatan THE MOST KUA ini bertujuan yang sama, diantaranya adalah cegah pernikahan dini. Kabupaten Pasuruan masih menduduki ranking atas dalam masalah pernikahan ini, maka ini tentu menjadi garapan tersendiri dan serius untuk ditangani. “Kehadiran kami semua kesini adalah memberi bimbingan supaya anda semua mengetahui batas minim menikah usia berapa? Bukan hanya itu, tapi juga memberi motivasi untuk memiliki kesiapan mental saat akan menikah. Lakukan yang terbaik untuk kesiapan menikah, diantara adalah ilmu pengetahuan, umur yang cukup serta bisa bertanggung jawab dalam menjalani rumahtangga”, sambut Bapak Anas Fauzi ketika memberi sambutan mewakili kepala KUA Beji.
Acara berlangsung di gedung serba guna yayasan Darul Aitam Cangkring Malang Beji selama 2 jam 30 menit, mulai jam 09.00-11.30 WIB, dengan banyak peserta 55 orang laki-laki dan perempuan. Awal semua mengikuti pembukaan melalui zoom meeting secara serentak, kemudian beberapa penyuluh melakukan bimbingan kepada peserta secara bergiliran. Kegiatan ini selain digagas secara serentak, juga merupakan moment yang sangat tepat dalam melakukan upaya pembangunan mental pelajar dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Karena bulan puasa tentu saja ada role playing yang diberikan saat materi berlangsung, untuk mengusir rasa jenuh, ngantuk serta lesu ice breaking merupakan solusi pencairan suasana menjadi hangat dan penuh semangat. Selain pencegahan pernikahan dini, ada penyuluh menyampaikan pula tentang bahaya judi online serta bullying. Agar para pelajar juga memiliki mental yang kuat dan sehat setidaknya diantara mereka tidak ada sikap membully sesama teman, supaya juga tidak menjadi kebiasaan. Karena jika masih mudah sudah terbiasa memiliki sikap membully teman, maka efek negatif tersebut akan bisa berkembang.